Mimpi seperti apa yang ingin kamu wujudkan di tahun 2018

December 20, 2017


Tak terasa ya tahun 2017 akan segera berakhir, sebentar lagi kita akan bertemu dengan tahun masehi yang baru tahun 2018. Agenda apa nih yang sudah direncanakan untuk menyambut malam tutup tahun? daki gunung? kemah di bibir pantai? ke luar negeri? pesta musik? ikut pengajian? Atau cuma nonton TV di rumah? Yang jomblo pasti milihnya yang terakhir. Ya khan? Hehehe..

Tahun lalu saya tidak punya banyak pilihan untuk menghabiskan akhir tahun bersama keluarga. Istri agak sedikit galau dengan kondisinya yang baru saja melahirkan bayi kami yang pertama yang waktu itu belum genap satu tahun. Mau keluar malam kasian dengan kondisi fisik bayi yang belum begitu akrab dengan angin malam.

Saya ingat betul waktu itu sayup-sayup saya lihat wajah istri yang setengah harap.

Istri    :  Yah, beneran kita gak ada agenda akhir tahun ini? Pengen banget liat suasana malam, liat kembang api, makan jagung bakar...huuu piye gitu..
Me     :  Piye gimana hehehe, Ayah sih pengen tapi kita ngalah dulu ya sama bayi. Kesian kalo harus diajak keluar malam, belum saatnya...
Istri    :  Iyaa yah. sejak menikah 2015 kita belum pernah ngerasain indahnya malam tutup tahun. Tahun 2015 aku hamil besar, tahun ini anak masih kecil. Mudah-mudahan akhir tahun 2017 Allah kasih kesempatan ya...
Me     :  Aamiin...(ngejawab singkat biar ngarepnya istri gak kepanjangan hehehe)


Dua tahun belakangan saya dan keluarga hanya menghabiskan pesta tutup tahun di rumah saja. Mau berkumpul dengan keluarga besar istri tapi jauh di Kolaka (bagian tenggaranya Sulawesi), mau berkumpul dengan keluarga besar saya tapi jauh juga di Bengkulu (bagian selatannya Sumatera). Yahh sebagai keluarga perantauan di tanah Jawa kami betul-betul tidak punya banyak pilihan. Akhirnya saya dan istri memutuskan untuk nonton TV saja sambil nyemil pizza buatan istri, kemudian mendiskusikan resolusi atau mimpi-mimpi kami di tahun yang akan datang.



Mengawali tahun baru, biasanya banyak orang tidak mau melewati momen untuk mengevaluasi dirinya di tahun belakang lalu mengabadikan doa-doa sederhana untuk masa yang akan datang termasuk saya juga lho..! :D
Tak jarang ada orang yang memiliki mimpi besar bahkan tak sedikit juga ada orang yang tak memiliki mimpi apa-apa. Kata mereka “biarkan hidup mengalir apa adanya jadi gak usah banyak ngarepnya, let it flow”.Hhhmmm..(untuk tipe orang yang terakhir ini saya kurang setuju ^o^).

Bagi saya punya mimpi itu wajib meski ukuran mimpi itu relatif. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya tanpa mimpi, tanpa cita-cita, tanpa harapan. Seperti orang yang hidupnya tanpa arah dan tidak punya semangat juang. Karena saya menganggap mimpi itu motivasi, sesuatu yang pantas untuk dicapai dan sesuatu yang pantas untuk diraih. Right?

Orang yang punya mimpi hidupnya pasti punya target, punya tanggung jawab, punya arah yang akan dituju sehingga ada semangat dalam dirinya dalam menggapai cita-cita yang diazzamkan. We will never know, before we do so...

Saya sendiri berusaha untuk tidak menjadi perahu kertas yang berlayar tanpa kemudi, tanpa layar, tanpa dayung, tanpa mesin, yang terombang ambing kadang tersangkut, kadang terbentur bebatuan, bahkan kadang diam ditempat jika tak ada angin dan tak ada arus. Hehehe....




Pernah bermimpi lalu mimpinya terwujud tanpa melakukan usaha apa-apa? Impossible banget ya...hehehe.. Selama saya hidup dari jaman baheula sampai jaman now, saya belum pernah mendengarkan kisah dongeng yang demikian lucunya. Karena bagi saya mimpi tanpa usaha itu nol besar, ibarat ada laki-laki mau nikahin cewek tapi gak ngelakuin apa-apa cuman bisa ngarep doang. ending-nya nikah kagak, gila iya,.. hihihihi..

“Berani bermimpi maka berani untuk berusaha, semakin besar mimpi maka semakin besar usaha yang harus dilakukan” (arief jk).



Mungkin bagi sebagian orang menganggap mimpi besar saya hanyalah “mimpi recehan”. Karena memang ukuran mimpi itu relatif, semua orang punya nilai pandang tersendiri. Sebuah pengalaman yang mau saya bagi dimulai sewaktu SMA saya pernah disingkirkan menjadi bagian group vokal yang saya idamkan, waktu ada kompetisi saya gagal lulus seleksi masuk ke dalam group, nyesek banget... Apalgi waktu dengar berita mereka juara 2 antar SMA, bukannya bahagia tapi hati saya semakin gondok. Dalam hati, “Kenapa saya tidak bisa di posisi mereka? Apa suara saya sebegitu jeleknya? Mulai saat itu saya bertekad untuk beresolusi, suatu saat saya akan buktikan kalau saya memang pantas di posisi itu”.

Apakah mimpi saya itu terhenti? Tidak. Meski tertunda 12 tahun kemudian Allah jawab mimpi saya. Saya buat lagu sendiri, masuk ke studio recording kemudian lagu saya diterima di sebuah komunitas di Jawa Tengah yang saat itu sedang ada project buat album “Show Your Love”. Alhamdulillah banget lagu saya berada di playlist no. 1 di album tersebut dan starting point bagi saya untuk menjadi penyanyi profesional yang saat itu dimulai dari mengisi event-event wedding.
12 tahun bukan tanpa usaha, melatih diri, sering nyanyi di event-event kecil yang kadang tidak dapat bayaran bahkan pernah diusir serta memperluas jaringan yang tiada henti saya lakukan. Seandainya saat itu saya tidak mempunyai motivasi yang kuat, mungkin sudah lama saya tinggalkan mimpi ini. Dont give up just because it failed at the first opportunity. Something precious you will not have it easily. Keep trying!







Ada beberapa resolusi lainnya yang sudah saya raih dengan kerja keras dan Alhamdulillah berhasil dengan ijin-Nya diantaranya : menikah sesuai target usia dan beli rumah sendiri. hehehe.
tapi di balik keberhasilan sudah tentu ada juga kegagalan yang saya capai, yang betul-betul saya impikan sejak dulu bahwa saya tidak di terima kerja di Bank Indonesia yang sebagian besar anak bangsa bermimpi untuk masuk ke sana. Perjuangan dari awal hingga gagal di tahap wawancara akhir membuat saya harus mengubur dalam-dalam mimpi yang satu ini karena usia yang tak lagi muda untuk diterima di Bank Sentral tersebut.


Meski begitu saya sangat bersyukur sampai saat ini masih dipercayakan memegang amanah sebagai Staf Human Resources di sebuah perusahaan milik yayasan Bank Indonesia. Yahhh sedikit banyaknya adalah bau-bau Bank Indonesianya juga. Hahaha...

Bagi saya ketika berani bermimpi harus berani juga untuk menerima kegagalan. Meski gagal itu sukses yang tertunda jadi kudu tetap usaha sampai Allah kasian ngeliat usaha saya dan akhirnya dikabulkan hehehe...




Bermimpilah sebanyak-banyaknya karena terkadang tidak semua mimpi bisa kita raih, bisa gagal, bisa juga Allah tunda kedatangannya tapi bisa juga Allah ganti dengan yang lain. Di akhir tahun 2017 ini adalah momen yang pas untuk merencanakan resolusi di tahun 2018. Ada beberapa keinginan saya dan istri belum tercapai di Tahun 2017, salah satunya adalah memiliki bisnis keluarga yang sukses.

Jauh sejak kami menikah, kami sudah memimpikan punya bisnis keluarga, punya rumah sendiri, punya mobil dan sebagainya. Tapi yang baru tercapai hanya memiliki rumah sendiri. Sedangkan harapan lainnya harus tertunda dulu karena memang bukan resolusi yang paling prioritas bagi kami di tahun 2017.

Selain bisnis keluarga, saya juga mendambakan 2 poin resolusi yang ingin dicapai di tahun 2018. Apakah itu? yappss saya bertekad untuk menambah hafalan quran dan travelling ke lombok yang tertunda.
Sebagai seorang muslim kadang rasa malu tiba-tiba begitu menusuk hati, nusuknya itu nusuk banget ketika melihat tontonan anak-anak kecil yang baru berumur 5 tahun tapi sudah hafal 30 juz, ada yang sudah hafal 20-an juz, ada yang agak tua-an dikit 7 tahun hafal 28 juz. Nah saya yang udah tua banget dari mereka udah brp juz? jangan di tanya ya.. wkwkwk
Yang pasti saya belum sebanyak adik-adik spesial tersebut. Dengan otak yang sudah terkontaminasi banyak hal, saya harus ekstra keras untuk mewujudkan resolusi yang kedua ini. Doain yak :D

Lanjut ke resolusi yang ketiga, meski kemaren sempat tertukar dengan travelling ke luar negeri, tahun ini saya tetap menjadikan travelling ke lombok sebagai resolusi pamungkas di tahun 2018. Hal-hal indah yang menggelitik saya agar berkunjung kesana untuk sekedar refreshing dari pekerjaan yang begitu kompleks atau sekedar jalan-jalan dan yang paling penting untuk menikmati indahnya karunia Allah lewat alam yang indah.

Saya akui cerita provokatif dari istri yang nyuri start berkunjung kesana duluan begitu membakar semangat saya. Nginap dihotel bintang 5 gratis, makan enak gratis, nikmati keindahan bawah laut gratis, ngunjungin pulau-pulau yang menggemaskan. Waaw banget kan? secara waktu itu dia diundang spesial oleh pihak Dinas Pariwisata setempat mewakili bisnis tour travel yang ia kelola bersama teman-temannya. Whatever-lah ya mau gratis mau bayar, kalau sudah terprovokasi maka resolusi yang ketiga ini harus saya perjuangkan,.. semangat..!!!

Nah untuk membangun resolusi memang tidak mudah, harus benar-benar disiapkan dengan matang mulai dari planning sampai pada tahap eksekusi. Dari sekian banyak resolusi, saya selalu membaginya dalam beberapa tahap : 
  1. Tahap realistis
  2. Pada tahap ini saya dan istri mengelompokkan beberapa list resolusi berdasarkan seberapa realistiskah untuk dicapai di tahun 2017 dengan mengukur kemampuan tenaga, penghasilan dan waktu yang kami punya. Yang realistis akan kami selektif kembali dan yang kurang atau yang tidak realistis kami buang saja.

  3. Tahap prioritas
  4. Pada tahap ini saya dan istri selalu mengurutkan daftar resolusi yang ingin kami capai mulai dari yang terpenting sampai ke resolusi yang tidak begitu penting. Misalnya resolusi beli rumah sendiri di tahun 2017 kami posisikan yang paling atas karena rumah bagi kami kebutuhan yang primer banget, kalau ngontrak biayanya naik tiap tahun dan capek juga buat pindah-pindah. Kebayang kayak kucing beranak. Hahaha...

    Sedangkan traveling ke Lombok di tahun 2017 kami urutkan resolusi paling bawah. Syukurnya diganti sama Allah, travellingnya bukan ke lombok tapi ke Malaysia dan Singapore. Hihihi...

  5. Tahap perencanaan
  6. Nah sampai pada tahap ini kami mulai menyusun strategi. Kapan kami harus memulai dan bagaimana kami harus memulai. Mulai dari planning sampai finishing.

  


Saat ini cuaca sedang tidak menentu, sebentar-sebentar hujan, sebentar-sebentar angin, telat sedikit saja tidak peduli dengan kondisi daya tahan tubuh bisa-bisa tumbang. Saya termasuk orang yang tidak rela melewatkan momen-momen penting dalam hidup apalagi harus kehilangan kesempatan saat deadline resolusi hampir tiba...



Saya ingat, akhir oktober lalu saya diamanahkan sang istri untuk menjalankan tugasnya membawa rombongan Dinas Pendidikan travelling ke Malaysia dan Singapore selama 3 hari 2 malam. Tak mau kehilangan momen sayapun menyanggupinya. Kapan lagi ya kan jalan-jalan gratis, semuanya serba gratis trus dapat tips lagi. Hihihi...

Tapi kekhawatiran saya muncul saat musim hujan belum juga mereda, semakin mendekati keberangkatan semakin dag dig dug,.. sempat terpikir dalam hayalan di Malaysia dan Spore hujan gak ya, kalau hujan masa iya liburan kesana harus pake payung atau pake raincoat? Enggak banget yak.. kebayang pas foto di gedung petronas atau pas di merlion gitu semua rombongan berjejer pake raincoat ada yang pegang payung, ada yang pose menggigil, ada yang pose gigit jari, ada yang pose berpelukan satu sama lain karena kedinginan, ohhh my god. it’s not funny.


Sungguh kekhawatiran saya semakin menggila saat h-3 keberangkatan hidung mulai meler, stres luar biasa rasa takut gagal travelling, kalaupun jadi berangkat mulai kebayang masuk imigrasi Spore yang super ketat itu. Karena di tahun sebelumnya saya pernah diintrogasi selama 2 jam tanpa tau kesalahan saya apa apalagi kalau jelas-jelas bawa penyakit mungkin saya bakal ditahan lama atau buruknya disuruh pulang ke Indonesia. Haduhhh jangan dong ya.. Mumpung masih ada waktu dan tak mau kehilangan momen, akhirnya saya mengonsumsi multivitamin Theragran-M. karena Theragran-M merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan Alhamdulillah setelah mengonsumsi Theragran-M badan saya kembali fit saat hari keberangkatan tiba dan syukurnya saat di Malaysia dan Spore cuaca terang benderang jadi pikiran negatif saya sebelumnya terkubur dalam-dalam. hehehe...

Saya pilih Theragran-M karena cocok banget sama tubuh saya dan keluarga ditambah dengan pekerjaan kantor yang begitu kompleks. Sungguh kehadiran Theragran-M di tengah-tengah keluarga kami sangat membantu. Kabar baiknya lagi terpampang logo HALAL di kemasannya. Saya jadi tambah gak ragu sama sekali untuk mengonsumsinya. Selain itu ada beberapa keunggulan dari multivitamin ini antara lain :

  • Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976).
  • Kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan.
  • Cocok untuk masa penyembuhan berbagai jenis sakit yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh yang maksimal.

Agar tak kehilangan momen berharga di tahun 2018 karena tubuh gak fit, makanya saya dan keluarga selalu mengonsumsinya baik saat sehat maupun saat masa penyembuhan tapi kalau hanya mengonsumsi multivitamin saja belum begitu cukup untuk mensupport kesehatan tubuh keluarga. Untuk itu selalu jaga waktu makan agar lebih teratur, olahraga rutin dan istirahat yang cukup. Karena sehat itu mahal dan penting. Setuju? Kalaupun Allah kasih sakit, sakitnya jangan kelamaan ya! keburu momen penting dalam hidup terlewatkan jadi jangan lupa untuk selalu konsumsi Theragran-M.


Nah itu dia pengalaman resolusi yang pernah saya alami dari beberapa tahun ke belakang. Rasanya sudah tidak sabar untuk mengeksekusi resolusi di tahun 2018 bersama istri. Bagaimana dengan pengalaman resolusi yang pernah kalian alami? Ada yang tercapai? Ada yang gagal? Lalu apa resolusi kalian di tahun 2018. Share juga dong ^^,.. 


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh





#TheragranM
#My2018Resolution

You Might Also Like

18 komentar

  1. Inspiratif banget,.. malah saya aja blum kebayang resolusi tahun 2018 apa,.. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe makasih,.. ayooo mumpung masih ad sisa hari,.. smoga resolusinya bagus2 ya :D

      Delete
  2. Terkadang kita hidup terlalu fokus dengan apa yang kita mimpikan saja. Bahkan mengabaikan yang tidak pernah kita mimpikan, padahal tidak jarang yang tidak kita mimpikan itu yang membuat kita sukses. Karena mimpi itu tidak selamanya indah. So jangan batasi mimpi kita dengan yang disukai saja. Karena yang tidak kita sukai masih punya hak untuk mengindahkan hidup kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas jon super skali,.. sya hrus bnyk blajar nih,.. hehehe

      Delete
    2. Mantap jiwa.... Sukses resolusi yang sangat inspirativ sekali, karena saya tahu, betapa banyak orang orang di luar sana, juga sedang beresolusi untuk hijrah pada kehidupan yang penuh makna. Rencanakan, eksekusikan lalu istiqomah terhadap perjuangannya. Maju terus abg ku sayang, aku bangga padamu, karena aku juga bernah melewati hari2 suram bersamamu.

      hairiyanto.blogspot.com

      Delete
    3. hehehe makasih hairi,.. saatnya bangkit :D
      sukses untuk hairi

      Delete
  3. Kalo saya mimpinya cm satu,..tahun depan nikah, aamiin

    ReplyDelete
  4. Semoga tercapai mimpi traveling ke Lombok ya Mas ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbk dina hehehe,...
      Pengen bnget soalnya, .udh bnyk yg ngomporin,..
      Mbak dina sndiri sudah punya mimpi 2018?smg trcapai jg ya

      Delete
    2. Resolusinya keren euy,.. :D

      Delete
  5. Selamat Tahun Baruuuuu... Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak,..
      Smg resolusinua jg terelisasi ya,..
      Mbaknya sehat2 jg,..biar gak khilangan momen pntg,..hehehe

      Delete
  6. Semangat berkaryaa yaaa,.sukses selalu

    ReplyDelete
  7. Semangat berkaryaa yaaa,.sukses selalu

    ReplyDelete

Subscribe